Skip to main content

Posts

Sang Maha Pemilik Raga ...

Kabut senja perlahan gelap berselaput merah kala itu walau awan tengah tak benderang karena hujan baru akan menyirami bumi kepunyaan khaliq, seakan memahami maksud hati kala itu, aku mengerenyitkan dahi dan tak ingin air mata ini jatuh membasahi pipi yang sedari tadi memang sudah tak kuasa menahan, mungkin hanya langit dan dia yang kala itu didepanku yang mengerti sejatinya apa yang aku rasakan.. Saat dia kemudian menyodorkan amplop coklat besar dihadapanku, sebelum kemudian pergi meninggalkanku  untuk menunaikan kewajiban seorang hamba. tangan ini bergegas menggapai penuh tanya isi amplop itu, dan ku harap sang Maha menyiapkan berita baik didalamnya . aku hanya mampu melihat penampang hitam seperti hasil rontgen yang tengah ku pegang, aku tak mengerti apa artinya yang aku tau itu hanya penampang tulang dada.. aku menaruh lembaran besar itu kemudian mengambil secarik kertas yang bertuliskan kepada Dokter spesialis Paru - Paru.. Rabb, tangan ini bergetar, mata ini makin tidak...

Happy Eid Mubarak 1434 H

Pulkamku tahun ini delay beberapa jam soalnya nunggu si nyunyun kerja | berasa PT gede aja tuh dia, masak segitu sulitnya mau cuti sehari aja | asemm mama ngomel tuh dirumah padahal udah cantik2 pake baju | hahaha| Sampe di pelabuhan jam 12.00 | yaah. kapal pagi sudah berangkat sodarah | endingnya kita naek kapal jam 14.00 an | parahnya tu kapal full padat mepet merapet | aiih, bodo amat yang penting balek kampong | dan yang penting lagi semua keluargaku kebagian tempat duduk walau ayah sang pahlawanku menyediakan kursiny buat anak tionghoa kecil | Idul Fitri identik ketupat , sungkeman, THR dan takbiran keliling | semuanya bakalan gue jabanin atu per atu | walaupun umur ku udah kepala dua :D | ketupat udah dimakan | sungkeman penuh hikmad | THR dibagi-bagi maklum udah tua kebagian ngasih THR ke adik2 | takbir keleiling ohh pastinya | terserah dikatain gede, yang penting hepii :D| tapi lebarang tahun ini entah mengapa rada ada something yang kurang | huum.. ga tau apa | padaha...

Anak Gadis Pertamamu yah .. :*

Sepintas lalu tak ada yang berubah dari sosok nya, hanya kerutan dan goresan di wajahnya ditambah rambutnya yang kian memutih.. masih begitu kuat terlihat dari bagaimana binar matanya yang begitu cerah, meski kadang dia mengeluh untuk sakit dipinggang belakangnya, saat keluhan itu terlontar dari bibir nya hati ini rapuh, mesti apa dan bagaimana aku.. tak ingin melihat ia kelelahan.. Rabb, hamba memohon temankan ia, sembuhkan sakitnya.. ia pahlawan terhebat di keluarga kami rabb, dia yang ajarkan aku membaca alif ba ta tsa, ia juga yang mengajarkanku bagaimana mengucap how are you semasa aku di sekolah dasar. Hingga kini di usiaku ke-21 sosoknya masih seperti pahlawan yang memakai baju zirah dan memegang pedang. Izinkan aku rabb, untuk menjadi gadis kecil yang selalu membuatnya bahagiam mungkin aku tak lagi kecil, namun tetap aku masih seperti gadis kecil dimatanya, senyumnya   ,,, aku melihat senyuman ayah jelas di senyumku.. sama persis dengannya sang ayah pemilik les...

Kidung menjelang pagi ku Untukmu Rabb...

Manakala setiap hamba bercerita akan sebuah asa,cita dan cinta yang hendak ia genggam, menyulut begitu membara,  Manakala hati dan jiwa bahkan saling berteriak bersahutan akan satu keinginan dan harapan agar segalanya nyata, inginnya bahkan segera. Terkadang bahkan aku, dia mungkin juga mereka lupa akan satu hal, yang begitu lebih nyata dibanding dongeng indah yang hanya membangun senyum gamang ketika itu.. Tidak,,, aku tidak lupa, lebih jelasnya aku tidak terlalu sadar, bahwa jiwa dan raga ini milik sang maha yang dengan hembusnya pun aku bisa menjadi apapun sesuai kehendaknya.. bahkan hati yang bening dan lembutpun mampu ia buat menjadi buas. Selama ini aku membuat salah, salah ketika harus menyebut asmaMU saat semua selesai ku kerjakan, berpasrah saat semua tinggal menunggu hasil, aku akhirkan berpasrah padaMU yang padaha engkau sosok yang utama Rabb, aku bukan tidak tau atau lupa. Namun kembali tak sadar….. meratapi ketidaksadaranku dengan menghembuskan naf...

My Milad 21 years on 21-07-2013 ..

Perkenankan keningku menyentuh bumi dan menghadap kiblatMU ya Allah, hari ini 21 Juli 2013 bersama nikmat umur dan kesehatan dariMU aku semakin tua di usiaku yang ke-21 tahun. Ya Allah.. Sungguh teramat sempurna nikmat usia yang kau beri padaku, bahkan saat aku mengadu ini, tak ada sedikitpun kata yang bisa ku ucap melainkan hanya tetesan sendu air mataku. Ya Allah, aku rindu belai mesraMU..kenapa tahun ini sungguh berbeda rasanya, tak ada semangat menggebu tak ada agresif menyeret jiwa,namun sungguh kesederhanaan yang teramat tulus perkasakan jiwa ini, di tahun ini tidak ada sorak sorai kebahagiaan berlebih, tapi sungguh hamba begitu menikmati setiap alur detik menjelang usia hamba bertambah rabb,, rasanya memang berbeda tapi begitu mengena hingga tetesan sendu ini seakan urung berhenti, Khaliq, hamba begitu berdosa membiarkan waktu diusia hamba begitu terbuang sia-sia, menyisakan tangis … Maha perasa setiap perasaan, buat diriku semakin lebih banyak mendengar dibanding b...

Sahur ku dengan mereka …..

Menyadarkan lamunan ku saat mata ini tengah bangga terpejam, sesaat tak ingin menatap indahnya dunia .. Dia, ayahku dengan tulus membangunkan aku untuk menyeruput teh dan memakan nasi dalam indahnya sahur. Panggilannya untukku seperti lantunan biola yang menjelma tegas untuk menginginkanku terbangun. Dan dengan penuh semangat aku membuka ujung mata sambil menyeka selimut danku lanjutkan untuk bertahajud kepadaNYA. Dalam do’a ku setiap nama ku kadokan doa terbaik terlebih untuk mama dan ayah, sepasang malaikat Allah yang dengan peluh dan tawanya aku terlahir hingga sekarang hamper berumur 21 tahun.. sentuh mereka Rabb, kemudian satukan mereka dengan orang-orang terbaikMU di Surga kelak. Amin. Aku menuruni anak tangga tentunya dengan kantuk yang mendalam, setiba nya aku turun ke ruang makan, Rabb.. Sungguh tiada Ibu yang begitu indah selain Mama, yang dengan ikhlas telah menyiapkan hidangan sahur yang begitu nikmat, sejujurnya ya Rabb.. Aku malu akan ketidakmampuanku bangun ...