Skip to main content

My Brother

Sudut pekat hati saat pertama berjalan mengitari ruangan yang dingin, terasing aku tak mengenal satupun hawa dan adam disekitarku.. ku berjalan penuh keyakinan menapaki tiap ubin hingga menanjaki tiap anak tangga hingga ku masuk dalam sebuah ruangan, Jantung ku berdetak cepat, entah karena ku mulai lelah menapaki anak tangga atau aku seakan kerdil diantara mereka.

Seakan tau aku tengah terasing, seorang pemuda penuh antusias mengulurkan tangannya, sapaan senyum nan manis terukir dari ujung bibirnya, ahh.. aku nampaknya tak begitu kerdil....
Ada dia yang mulai ramah menemani hari hari ku.. mulai tersenyum dan tertawa disetiap geriknya..
Mulai bercerita tentang siapa namanya dan siapa namaku..
dan dia mulai mengajarkan ku seperti seorang ayah kepada anaknya. penuh arti dan lembut ..

Aku pun mulai terbiasa menyebut namanya, tiap aku sulit. tiap aku rapuh.. yaahh.. dia kembali hangat dalam senyumnya.. hingga aku berpikir, aku bahagia dan beruntung punya dia disini..
punya sosok indah yang mampu tenangkan aku dalam tertekannya jiwa..

Dia sederhana, namun berarti..
Memang Dia yang tidak pintar, namun bisa menenangkanku..
Kau memang seorang abg yang bisa mengerti aku..

hingga detik ini, semoga Allah senantiasa perkenankan hubungan kita terjaga.. semoga Allah melanggengkan hubungan kau dengan calon istri mu bg.. :)
Semoga kelak aku bisa menjadi tante buat anak mu..


**Dedicate for Bg M. Helmi A.md


Comments

Popular posts from this blog

Hujan, Aku Merindunya.

Gemuruh langit yang perlahan mencipta rintik hujan dengan sendu membawaku pada sebuah rindu, sajak rasa yang berbait indah dalam kenangan.  Ah, kenangan itu begitu membekas laksana jiwa yang rindu akan pertemuan. Deraian air yang jatuh seakan mampu menggambarkan betapa sesaknya rindu ini, kepadanya. Seseorang yang kini penuh gurat tua di wajahnya, rambutnya bahkan tak lagi legam tapi yang aku yakini, senyumnya pasti masih saja teduh dan aku merindunya.  Ayah, aku mengingat jelas bagaimana Aku perlahan mengangkat rok sekolahku dan beranjak naik ke motor tua mu, derasnya hujan seakan berlomba membasahiku . Aku pun dengan tergesa masuk ke dalam pelindung plastik sederhana yang kau buat dari sisa terpal. Sesederhana ini, setidaknya seragamku tetap kering. Ah, kau memang Ayah dengan sejuta ide, aku saja sering kehabisan kata. Ayah, aku tahu air hujan begitu perih menerpa wajah lembutmu, tapi sedikitpun kau tidak memelankan laju motormu demi bisa segera sampai di sekolah. Sedangkan ...

Puisi Harapan

Seberkas Cahaya Oleh : Bayu Indah Pratiwi Arakan mega tergerai dibatas senja Menyiratkan warna emas nan manja Dalam sujud penuh iba ku menghamba Agar kasih ini berlabuh kepadanya Ku untai aksara mesra tentangnya Mengalun merdu penuh bahagia Aku hanya mampu mengadu pada pemilik cinta Berharap Khalik satukan kita Tirai asa dan cita ku patrikan Mengurai mimpi menjadi nyata Menyulap sepi menjadi riuh tawa Membingkai harapan penuh do'a Agustus 2015 akad terucap dalam khidmat Linangan haru mengalir sesaat Dalam renda cinta yang teramat Dalam bulir kasih yang tersemat Kisah ini anugerah untukku Menyisakan bahagia yang tak lekang oleh waktu Berjelaga dalam hidup yang berliku Menggapai harap di barisan sajakku Kini, izinkan aku menemani hari mu Mengubah gulana menjadi Renjana Memintal intensi hingga tutup usia Merajut harap bercita jannah Wahai Rabb, izinkan aku mencinta Mendamba hasrat halal nan sakinah Beriringan menapaki denyut kehidupan Bersa...

Anisa Maharani.. My Sweet Sister :*

Aaaaa... aku berasa tuaa.. hahah :D luv you my sister yang hobby merajok.:P  tau ndak ni photo di take pas dia abis nangis beberapa jam  pas diajak nge-mall dia pura-pura ndak mau ikut dan kamar ditutup sama diaa. eehh pas tau tau udah pada mau berangkat dia keluar dari persembunyiannya sambil mata sembab .. haha. Ampuun ni anak emang paling awet merajoknyaa, :D