Skip to main content

Anak Gadis Pertamamu yah .. :*



Sepintas lalu tak ada yang berubah dari sosok nya, hanya kerutan dan goresan di wajahnya ditambah rambutnya yang kian memutih.. masih begitu kuat terlihat dari bagaimana binar matanya yang begitu cerah, meski kadang dia mengeluh untuk sakit dipinggang belakangnya, saat keluhan itu terlontar dari bibir nya hati ini rapuh, mesti apa dan bagaimana aku.. tak ingin melihat ia kelelahan..

Rabb, hamba memohon temankan ia, sembuhkan sakitnya.. ia pahlawan terhebat di keluarga kami rabb, dia yang ajarkan aku membaca alif ba ta tsa, ia juga yang mengajarkanku bagaimana mengucap how are you semasa aku di sekolah dasar. Hingga kini di usiaku ke-21 sosoknya masih seperti pahlawan yang memakai baju zirah dan memegang pedang.

Izinkan aku rabb, untuk menjadi gadis kecil yang selalu membuatnya bahagiam mungkin aku tak lagi kecil, namun tetap aku masih seperti gadis kecil dimatanya, senyumnya  ,,, aku melihat senyuman ayah jelas di senyumku.. sama persis dengannya sang ayah pemilik lesung pipi manis. 

Aku melihat telapak kakinya begitu kasar rabb..
Melihat rambut putihnya kian lama kian banyak..
Menatap lelah peluh keringatnya sambil membawa tentengan di plastic sepulang bekerja.
Mendengar setiap saran yang akan membuatku berkata “ah” kepadanya.. sungguhpasti hatinya sakit mendengar aku begitu, Rabb.. maafkan hambaMU yang masih selalu buat dia sedih.

Aku anak gadis pertamanya yang selalu menyusahkannya tiap pagi, yang selalu menyibukkannya tiap sore. Aku anak gadis pertamanya yang paling ia sayang, yang selalu ia beri nasihat, yang jarang memelukku, namun aku merasakan pelukannya. Au anak gadis pertamanya yang mungkin sebentar lagi akan benar2 melihatnya menangis saat diri ini halal untuk imam yang lain.

Saat ini, tiada satu pun lelaki yang akan menggadaikan nyawanya demi aku selain ayah, tidak adasatupun laki-laki yang teramat ikhlas berpeluh untukku selain dia. Bahkan aku anak gadis pertamanya masih selalu membuat dia menghela nafas panjang ..

Dia mendidikku untuk aku bisa menjadi kuat, untuk kemudian bisa setegar karang .. terlihat betapa tegar ia dalam menjalani hidup MU Rabb.. terlebih dia menjaga dan melindungiku tanpa pamrih .. dia ayah terhebat yang kau berikan untukku Rabb..

Ayah, demi peluh yang selalu berjatuhan dari dahi mu,
Demi nafas yang kau hela disetiap harimu
Demi langkahmu yang kian berat
Aku , anak gadis pertamamu akan mengkadokan segala yang terindah untuk mu dan menjadikanmu raja yang begitu bangga kepada anaknya, selalu ku harap doa dan cinta darimu Ayah, agarjiwa dan raga ini bisa begitu kuat dan tabah untuk menjadikanmu bangga ..

Maafkan aku yah,masih banyak bergantung kepadamu.. masih meminjam uang 15 rbu kepadamu, masih selalu membantah untuk hal yang ga penting. Maafkan anak mu yah. Tetaplah menjadi pahlawan daam hidupku, hingga kelak aku akan buat mu bahagia dan berusaha membalas setiap tetes keringat yang kau jatuhkan meski belum sepadan,

Comments

Popular posts from this blog

Buddy Review Jurnal 1 'Identifikasi Masalah'

  Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Hai hai, gimana sudah membaca postingan sebelumnya terkait identifikasi masalah? ada yang relate kah ?,gamifikasi seru kali ini dikelas bunda shalihah adalah " buddy review". Masya Allah ,mendapatkan teman review seperti ini ternyata ada hikmah besar, apa iya ini bagian dari ikhtiar kita agar mampu mencari keping-keping solusi atas masalah yang kita hadapi? atau hadirnya teman review sebagai risalah diri agar lebih semangat menghadapi tantangan? Siapa buddy review saya? beliau adalah Mbak Heru Pratiwi dari regional Karawang, mbak Heru ini juga teman seangkatan saya di kelas bunda produkti dan pernah beberapa kali bersapa. Menuliskan jurnalnya di google doc, berikut ini hasil review saya terhadap jurnal mbak Heru.  Apa yang Sudah Baik di Jurnal Buddy? Menurut saya, mbak Heru sudah mampu menganalisa dengan baik tentang apa masalah yang tengah ia hadapi, sehingga masalah bisa diidentifikasikan dengan jelas.  Masalah yang mbak ...

Puisi Harapan

Seberkas Cahaya Oleh : Bayu Indah Pratiwi Arakan mega tergerai dibatas senja Menyiratkan warna emas nan manja Dalam sujud penuh iba ku menghamba Agar kasih ini berlabuh kepadanya Ku untai aksara mesra tentangnya Mengalun merdu penuh bahagia Aku hanya mampu mengadu pada pemilik cinta Berharap Khalik satukan kita Tirai asa dan cita ku patrikan Mengurai mimpi menjadi nyata Menyulap sepi menjadi riuh tawa Membingkai harapan penuh do'a Agustus 2015 akad terucap dalam khidmat Linangan haru mengalir sesaat Dalam renda cinta yang teramat Dalam bulir kasih yang tersemat Kisah ini anugerah untukku Menyisakan bahagia yang tak lekang oleh waktu Berjelaga dalam hidup yang berliku Menggapai harap di barisan sajakku Kini, izinkan aku menemani hari mu Mengubah gulana menjadi Renjana Memintal intensi hingga tutup usia Merajut harap bercita jannah Wahai Rabb, izinkan aku mencinta Mendamba hasrat halal nan sakinah Beriringan menapaki denyut kehidupan Bersa...

Anisa Maharani.. My Sweet Sister :*

Aaaaa... aku berasa tuaa.. hahah :D luv you my sister yang hobby merajok.:P  tau ndak ni photo di take pas dia abis nangis beberapa jam  pas diajak nge-mall dia pura-pura ndak mau ikut dan kamar ditutup sama diaa. eehh pas tau tau udah pada mau berangkat dia keluar dari persembunyiannya sambil mata sembab .. haha. Ampuun ni anak emang paling awet merajoknyaa, :D