Waahh, sudah lama sekali rasanya tidak menulis di blog ini, Masya Allah untung masih bisa kebuka wkwkw..
Apa kabarnya wahai hamba Allah ?
Tulisan ini kelak akan menjadi catatan indah yang dibaca dikemudian hari, yang semoga kami bisa menjadi tamu Allah lagi dan lagi. Aamiin..
Perjalanan ke Baitullah bersama 3 anak.
Part 1
Mimpi mengunjungi rumah Allah sudah kami ukir sejak lama, namun kami mendahulukan ibu mertua, ayah dan mama untuk berangkat umroh. Anak-anak menjadi pertimbangan besar kami, anak ke-tiga berusia 3 tahun saat itu, namun ada satu hal yang memang hidayah itu nyata datang dari Allah, yakni ketika ngobrol dengan teman dan kemudahan Allah menaungi mereka yang sama-sama memiliki anak 3, perjuangan mereka menjadi inspirasi kami, jika Allah mudahkan mereka, tentu begitupun dengan kami.
Saat itu saya berdiskusi dengan suami, bahwa ketika kita mampu secara materi itu sudah menjadi kode dari Allah untuk menunaikan hak Allah yaitu berangkat Umroh. Keyakinan akan dimudahkan serta berbaik sangka pada Allah menjadi pendorong kuat kami. Sekali lagi kami yakini, memang Allah memilih siapa-siapa yang akan menjadi tamunya maka kami bersungguh-sungguh untuk menjadi satu diantaranya. Alhamdulillah, suami pun bersemangat menyambutnya.
Pertengahan tahun lalu kami ingin mendaftar namun pertimbangan cuaca dan Qadarullah suami hanya off 2 pekan dari pekerjaan sebelumnya dan Alhamdulillah dapat tawaran kerja cepat jadi kami mundur di akhir tahun yang Alhamdulillah sekali lagi atas izin Allah, pas dengan keberangkatan travel kemudian dengan cuaca yang dingin, anak-anak pas libur semester dan suami pun bisa cuti. Ya Allah, kami sadar ini bukan kebetulan melainkan skenario terbaik dariMU.
Persiapan demi persiapan kami lakukan, aku dan suami saling menguatkan dan mengingatkan bahwa ini akan menjadi perjalanan panjang penuh perjuangan yang tiap langkahnya semoga menjadi pahala besar di Sisi Allah. LDM membuat kami berkomunikasi online, hampir sepenuhnya persiapan menjadi tanggung jawabku.
Barang-barang kebutuhan anak-anak menjadi prioritas kami, mainan, alat tulis, pakaian hangat dan cemilan memenuhi koper, hehe.. kami yakin jika persiapan untuk anak-anak sudah lengkap maka nantinya perjalanan akan mudah dan anak-anak bisa nyaman sehingga ibadah akan lebih khusyuk.
Oh, persiapan tak hanya seputar barang-barang ya, ada fisik ,jiwa dan ilmu yang juga kami persiapkan.
H-2 bulan kami rutin mengajak anak-anak jalan kaki sekedar keliling komplek atau ke pasar. Anak-anak juga kami sounding terus tentang Umroh, mengenai rukun-rukunnya, bagaimana perjalanan kesana dsb.
Memperbanyak do'a sebelum keberangkatan, deg-degan rasanya setiap memohon kepada Allah untuk dimudahkan, ada perasaan nervous yang semakin dekat dengan tanggal keberangkatan semakin terasa, jiwa ini berserah, jiwa ini mengadu yang terbaik.
Kami mempersiapkan ilmu yang tentunya sangat diperlukan selama beribadah disana, mempelajari rukun umroh, pelaksanaan shalat sunnah, do'a yang perlu dibaca dan banyak lagi. Aku rutin mendengar kajian Ust. Firanda, Ust. Khalid dan Ust. Syafiq , tak lupa aku mencatat setiap detail yang sekiranya penting dibuku kecil yang selalu aku bawa selama di perjalanan, Ya Rabb.. aku hanya ingin menunaikan kewajibanku dengan sebaik-baik amalan.
Aku mencatat semua list bawaan, biasanya kalau kami bepergian suami yang bertanggung jawab menyusun barang bawaan dikoper, tapi kali ini aku bertanggung jawab semuanya, memastikan tidak ada yang tertinggal. Oh iya, karena keberangkatan kami di musim dingin, jaket hangat adalah barang wajib yang harus dibawa, karena anak kedua ku alergi terhadap dingin, selain jaket kami mempersiapkan baju dalaman hangat dan celana hangat. Kami membawa total 7 koper (2 koper kosong). Bismillah pikirku.
H-1 bulan kami vaksin sekeluarga, khusus anak kedua dan ketiga kami vaksin di KPP (Kantor Kesehatan Pelabuhan), untuk pendaftaran harus mengisi form pendaftaran online dengan mengisi jadwal dan jenis vaksin. Alhamdulillah prosesnya cepat dan anak-anak bisa diajak kerjasama dengan baik.
Do'a-do'a semakin gencar kami panjatkan menjelang keberangkatan, memohon kesehatan, kemudahan, kelancaran dan kekhusyukan selama ibadah. Aku dan suami juga saling menerima bahwa disana nanti ibadah kita tak sesempurna yang bisa dilakukan mereka yang tidak membawa anak, tapi kami pun tak mau menjadikan anak sebagai alasan untuk tak berlomba-lomba meraih pahala disana.
Kami menyadari perjuangan mengenalkan Tuhan kepada anak-anak lewat perjalanan umroh adalah sebuah pelajaran yang besar dan berharga, anak-anak akan menyaksikan begitu banyak orang memohon dan meminta kepada sang Maha Penyayang, rela melakukan perjalanan jauh berjam-jam di pesawat, kemudian di bus demi bisa merasakan kedamaian dan ketenangan beribadah baitullah. Masya Allah.
Hari keberangkatan pun tiba, kami memohon do'a dari orang tua tersayang, yang tentu karena do'a mereka juga kami diperkenankan menjadi tamu Allah, dari para tetangga dan adik-adik terkasih. Semoga perjalanan ini dimudahkan Allah.
Kami berangkat pagi hari ke Bandara Hang Nadim Batam, selama di perjalanan do'a terus kami panjatkan, terus kami sounding ke anak-anak bahwa perjalanan akan kita mulai, saling mengingatkan mereka jika selama di perjalanan ada yang kurang nyaman atau mau ke toilet, sampaikan ke kami. Kami mengajak anak-anak menjadi sebuah tim untuk saling jaga, saling bergandengan tangan, saling perhatian satu sama lain.
Bersambung Insya Allah yaa..
Comments
Post a Comment