Skip to main content

Perjalanan ke Baitullah bersama 3 Anak Part II

Kami melambaikan tangan ke arah keluarga yang mengantarkan kami sembari melangitkan do'a, bissmillah. keberangkatan kami mulai dari Batam menuju Kuala Lumpur Malaysia, di pesawat kurang lebih 1 jam, anak-anak aman terkendali. Mereka bermain, mewarnai dan ngemil.

Foto bersama keluarga sebelum keberangkatan

Anak-anak shalih shalihah

Sesampainya di KLIA kami melanjutkan untuk shalat dan makan bersama, disini kami melihat begitu banyak jama'ah Umroh dari Indonesia dan Malaysia. Oh, anak-anak senang sekali naik travelator (ekskalator mendatar), suami selalu siaga membersamai anak-anak, kami selalu bergantian. Kami transit cukup lama disini, sekitar 4 jam. Suami bertugas membawa stroller dan barang bawaan, sedangkan anak-anak adalah tanggung jawabku saat check in, pembagian tugas ini juga berlaku saat naik kereta cepat maupun bus. Anak pertama juga bertanggung jawab atas ransel yang berisi mainan dan anak kedua membawa tumbler air minum. Tiap anggota keluarga bertanggung jawab atas barang bawaannya dan ini sejak dari rumah sudah kami terapkan ke anak-anak.



Ngemper mewarnai saat transit di KLIA

Kami melanjutkan perjalanan menuju Bandara KAIA-Jeddah sekitar 9 jam. Perjalanan panjang ini cukup membuatku khawatir karena anak ketiga muntah, namun setelahnya dia mau makan cukup dan bisa kembali bermain, alhamdulillah. Kami tiba di Jeddah sekitar tengah malam waktu setempat. Setelah melewati Imigrasi dan mengambil barang bawaan kami singgah untuk shalat. Anak-anak begitu bersemangat, kami pun sama. 

Kami segera memasuki bus yang akan membawa kami menuju Kota Bercahaya, menuju Kota Rasul yaitu Madinah. Alhamdulillah, anak-anak bisa nyaman mewarnai lalu beristirahat. Ketika suami tidur, saya akan mengawasi anak-anak , begitu sebaliknya. Malam itu, sembari memandangi pemandangan di sebalik kaca, mata ini berkaca-kaca. Ya Rabb.. Terimakasih banyak..

tengah malam, tapi asyik mewarnai hehe

4 jam perjalanan menuju Madinah, Allah mudahkan semuanya, kami bisa beristirahat dengan nyaman di bus besar. Yaa Rasulullah, kami menuju kotamu. Semakin dekat, rasanya semakin haru biru. Allahumma sholli 'ala Muhammad. Di sebalik bangunan tinggi itu kami melihat payung khas pelataran masjid, aku bangunkan semua anak-anak agar mereka melihat keindahan Masjid Nabawi meski dari sebalik bangunan. Ingat sekali, aku dan suami sama-sama menangis sambil mengucap syukur, aku juga mengucapkan terimakasih kepada suami karena beliau telah berusaha mewujudkan cita-cita kami, beliau berusaha kerja tanpa lelah untuk membawa aku dan anak-anak beribadah di tanah haram. Masya Allah, Barakallahu fiik suamiku, Allah memberkahimu selalu di setiap nafasmu. Aamiin.

Kami tiba pukul 06.00 pagi waktu setempat, rasa dingin menjalar ke tubuh saat pintu bus terbuka, anak-anak riang gembira mengucap syukur, perjalanan jauh kami tempuh dengan rasa ikhlas dan tawakkal semata mengharap kemudahan dari Allah. 

bersambung Insya Allah...



Comments

Popular posts from this blog

Buddy Review Jurnal 1 'Identifikasi Masalah'

  Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Hai hai, gimana sudah membaca postingan sebelumnya terkait identifikasi masalah? ada yang relate kah ?,gamifikasi seru kali ini dikelas bunda shalihah adalah " buddy review". Masya Allah ,mendapatkan teman review seperti ini ternyata ada hikmah besar, apa iya ini bagian dari ikhtiar kita agar mampu mencari keping-keping solusi atas masalah yang kita hadapi? atau hadirnya teman review sebagai risalah diri agar lebih semangat menghadapi tantangan? Siapa buddy review saya? beliau adalah Mbak Heru Pratiwi dari regional Karawang, mbak Heru ini juga teman seangkatan saya di kelas bunda produkti dan pernah beberapa kali bersapa. Menuliskan jurnalnya di google doc, berikut ini hasil review saya terhadap jurnal mbak Heru.  Apa yang Sudah Baik di Jurnal Buddy? Menurut saya, mbak Heru sudah mampu menganalisa dengan baik tentang apa masalah yang tengah ia hadapi, sehingga masalah bisa diidentifikasikan dengan jelas.  Masalah yang mbak ...

"Mewarnai Menggunakan Garam"

Bismillah, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Hallo Ayah Bunda, Pekan ini di Saung main hexagon, kami belajar dan bermain tentang benda langit. Nah, permainan kali ini seru dan mudah loh pastinya menarik buat anak-anak. Yuk, kita siapkan alat dan bahannya.  Alat dan bahan : Kertas Spidol Pewarna makanan Garam dapur Lem kertas Krayon Cara buatnya juga gampang kok, ikuti cara berikut ya :  Buat pola atau gambar benda langit  Kemudian olesi lem kertas Taburkan garam ke seluruh gambar Tunggu hingga kering Tetesi dengan pewarna makananan Warnai pinggiran kertas. Nah, ini video tutorial cara membuatnya ya Ayah Bunda, mohon maaf karena di rumah pewarna yang tersedia hanya merah, jadi kita warnai dengan warna merah saja ya..  Alhamdulillah mbak Kiyya super excited, menaburi garam sendiri kemudian meratakan sambil sesekali menyicipi rasa garam yang asin haha🤭😅 Dan yang paling seru adalah ketika menetesi permukaan yg telah diberi garam,Masya Allah air warnanya lang...

Jurnal 1 Bunda Shalihah "IDENTIFIKASI MASALAH"

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Bismillah, Masya Allah Tabarakallah rasanya sudah lama tidak menyambangi blog yang berisi perjalanan perkuliahan di Institut Ibu Profesional. Atas izin Allah saat ini saya memasuki perkuliahan baru di Kampus Ibu Pembaharu yakni jenjang Bunda Shalihah. Sebelumnya, ucapan terima kasih tak terhingga kepada Pak Suami yang telah memberikan ridhonya untuk saya bisa kembali belajar dan bertumbuh di IP. Perjalanan selama enam bulan kedepan dimulai dengan langkah semangat dan sorot mata menantang (akan banyak polisi tidur, batu kerikil dan hujan badai pastinya) tapi yakin, diri ini pasti mampu.  Setelah menyimak highlight materi dari bu Dekan, saya bergegas ke perpustakaan kampus kemudian sembari selonjoran dan mengambil nafas dalam saya mulai membaca dan memahami materi pertama perkuliahan yaitu : Identifikasi Masalah.  Mengutip dari Wikipedia,  Masalah    didefinisikan sebagai suatu pernyataan tentang keadaan yang belum ses...