Skip to main content

Tetesannya membalut jiwaku..

Aku, ketika itu tengah merasakan dingin yang begitu hebat
Rintik hujan yang tulus menemani, dan malam pun turut membalut ku
Dalam temaram lampu aku berjalan, sendiri kala itu
Menyeka air yang mengalir di wajahku , Sungguh hujan kali ini teramat indah..

Kesendirian membuatku seakan menari perlahan
Bermusikkan nada rintik dan kerlip cahaya yang terbias
Langkahku semakin kaku, aku begitu menikmati setiap sudut indah malam itu
Aku ingin berteriak kepadanya.. buat dia iri begitu bahagianya aku meski membeku malam ini

Bulan tampaknya tengah terlelap atau sedang menyaksikanku menikmati air langit
Biarlah ia, aku pun jengah tuk pedulikannya..
Aku hanya berharap air akan terus menetesi tubuhku sebelum menyetubuhi bumi .
Dan bersama tetesan lembut itu aku berdo’a

Kepada sang maha yang meneteskan air langit,
Jangan kau hentikan mesti sedetik
Buat ia semakin deras dan bersama rintiknya aku ingin semakin dingin
Dan buat jiwa ini sadar bahwa ada hujan yang temani aku malam ini

Buat raga ini sadar, bahwa hujan begitu hangat mencumbuku malam ini
begitu mesra mengecupku.

 
 


Comments

Popular posts from this blog

Hujan, Aku Merindunya.

Gemuruh langit yang perlahan mencipta rintik hujan dengan sendu membawaku pada sebuah rindu, sajak rasa yang berbait indah dalam kenangan.  Ah, kenangan itu begitu membekas laksana jiwa yang rindu akan pertemuan. Deraian air yang jatuh seakan mampu menggambarkan betapa sesaknya rindu ini, kepadanya. Seseorang yang kini penuh gurat tua di wajahnya, rambutnya bahkan tak lagi legam tapi yang aku yakini, senyumnya pasti masih saja teduh dan aku merindunya.  Ayah, aku mengingat jelas bagaimana Aku perlahan mengangkat rok sekolahku dan beranjak naik ke motor tua mu, derasnya hujan seakan berlomba membasahiku . Aku pun dengan tergesa masuk ke dalam pelindung plastik sederhana yang kau buat dari sisa terpal. Sesederhana ini, setidaknya seragamku tetap kering. Ah, kau memang Ayah dengan sejuta ide, aku saja sering kehabisan kata. Ayah, aku tahu air hujan begitu perih menerpa wajah lembutmu, tapi sedikitpun kau tidak memelankan laju motormu demi bisa segera sampai di sekolah. Sedangkan ...

Puisi Harapan

Seberkas Cahaya Oleh : Bayu Indah Pratiwi Arakan mega tergerai dibatas senja Menyiratkan warna emas nan manja Dalam sujud penuh iba ku menghamba Agar kasih ini berlabuh kepadanya Ku untai aksara mesra tentangnya Mengalun merdu penuh bahagia Aku hanya mampu mengadu pada pemilik cinta Berharap Khalik satukan kita Tirai asa dan cita ku patrikan Mengurai mimpi menjadi nyata Menyulap sepi menjadi riuh tawa Membingkai harapan penuh do'a Agustus 2015 akad terucap dalam khidmat Linangan haru mengalir sesaat Dalam renda cinta yang teramat Dalam bulir kasih yang tersemat Kisah ini anugerah untukku Menyisakan bahagia yang tak lekang oleh waktu Berjelaga dalam hidup yang berliku Menggapai harap di barisan sajakku Kini, izinkan aku menemani hari mu Mengubah gulana menjadi Renjana Memintal intensi hingga tutup usia Merajut harap bercita jannah Wahai Rabb, izinkan aku mencinta Mendamba hasrat halal nan sakinah Beriringan menapaki denyut kehidupan Bersa...

Anisa Maharani.. My Sweet Sister :*

Aaaaa... aku berasa tuaa.. hahah :D luv you my sister yang hobby merajok.:P  tau ndak ni photo di take pas dia abis nangis beberapa jam  pas diajak nge-mall dia pura-pura ndak mau ikut dan kamar ditutup sama diaa. eehh pas tau tau udah pada mau berangkat dia keluar dari persembunyiannya sambil mata sembab .. haha. Ampuun ni anak emang paling awet merajoknyaa, :D