Skip to main content

Angkuhmu ..



Langit gelap bermanjakan kilat dan seuntai pernik kelabu
Kala itu bumi tengah bermandikan air langit
Air langit berirama penuh nada bersambut satu persatu
Mencumbu dan membasahi mahkluk tuhan seakan bersahabat

Sejuk menyapa kalbu dan dingin merambahi nadi setiap insan
Alirannya terlihat membahana berlarian mengejar keramaian
Saat tempat berlindung tak lagi mampu menampung
Dan saat air langit begitu bermurah hati berjatuhan turun

Kurasa bumi enggan mengingatkan makhluk tuhan bahwa langit tengah bermurah hati
Dan aku pikir manusia terlalu angkuh untuk berbagi dengan yang lain
Nistanya lagi, manusia urung bermanja dengan alam.  
Dan Alam seakan paham harus seperti apa mengingatkan manusia

Buat air mengalir semakin deras, bendungan pun tak kuasa membiarkan ia berkejaran
Hingga perlahan merendam sudut bumi terlebih di bantaran pinggir
Dan manusia harus mampu membayar pahit dustanya
Semestinya tak perlu memaki alam, tak perlu menuduh penguasa
Sesungguhnya Tuhan tlah ciptakan kita bersahabat, maka bungkam angkuh sebelum murka Tuhan membungkammu.



Comments