Skip to main content

Hari ke-4 Game Level 7 “Semua Anak Adalah Bintang”

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Weekend selalu riweuh ya bu ibu... hehe..
jadi hari ini kami berencana hendak ke pantai, Mbak Kiyya pengen berenang katanya. Jadi stelah pulang dari pasar saya segera bersiap untuk semua keperluan. Tapi qadarullah tetiba mendung dan akhirnya hujan deras.





Mbak Kiyya yang sudah terlanjur excited berenang jadi sedih, hehe..

“Yahh.. hujan mi”
“Iya nih sayang, lain kali ya kita ke pantainya.. Gak apa - apa kan nak?”
“Huu.. (muka sedih)”
“Sayang.. jangan sedih ya nak.. gimana kalau main hujan ?”
“Haa? Mau mi.. main hujan mi..horreyy” (muka yang tadinya sedih berubah menjadi kegirangan haha)”

Mbak Kiyya pun keluar rumah dan bermain hujan, tentunya mengenakan pelampung haha, biar suasana renangnya ada 🤣😅

“Sayang bahagia?”
“Iya mi.. mbak senang banget main hujan”
“Nak.. hujan itu selalu bermanfaat, termasuk Buat mbak Kiyya happy kan?”
“Iya mi.. hujan kan ciptaan Allah jadinya rahmat”
(Saya yang mendengarnya terharu hehe)






Fitrah keimanan yang salah satunya mengajarkan tauhid adalah bahwa sang maha pencipta Allah SWT selalu menciptakan segala sesuatu yang bermanfaat, semisal hujan. Hujan mampu membuat perasaan mbak Kiyya senang, menampung air menggunakan tangannya, kemudian berlompatan di genangan air.. ahhh rasanya begitu indah ya nak..

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

#AnakSemuaBintang
#Level7
#InsitutIbuProfesional
#Hari4
#Tantangan10Hari
#AnakBelajarIbuBelajar


Comments

Popular posts from this blog

Hujan, Aku Merindunya.

Gemuruh langit yang perlahan mencipta rintik hujan dengan sendu membawaku pada sebuah rindu, sajak rasa yang berbait indah dalam kenangan.  Ah, kenangan itu begitu membekas laksana jiwa yang rindu akan pertemuan. Deraian air yang jatuh seakan mampu menggambarkan betapa sesaknya rindu ini, kepadanya. Seseorang yang kini penuh gurat tua di wajahnya, rambutnya bahkan tak lagi legam tapi yang aku yakini, senyumnya pasti masih saja teduh dan aku merindunya.  Ayah, aku mengingat jelas bagaimana Aku perlahan mengangkat rok sekolahku dan beranjak naik ke motor tua mu, derasnya hujan seakan berlomba membasahiku . Aku pun dengan tergesa masuk ke dalam pelindung plastik sederhana yang kau buat dari sisa terpal. Sesederhana ini, setidaknya seragamku tetap kering. Ah, kau memang Ayah dengan sejuta ide, aku saja sering kehabisan kata. Ayah, aku tahu air hujan begitu perih menerpa wajah lembutmu, tapi sedikitpun kau tidak memelankan laju motormu demi bisa segera sampai di sekolah. Sedangkan ...

Puisi Harapan

Seberkas Cahaya Oleh : Bayu Indah Pratiwi Arakan mega tergerai dibatas senja Menyiratkan warna emas nan manja Dalam sujud penuh iba ku menghamba Agar kasih ini berlabuh kepadanya Ku untai aksara mesra tentangnya Mengalun merdu penuh bahagia Aku hanya mampu mengadu pada pemilik cinta Berharap Khalik satukan kita Tirai asa dan cita ku patrikan Mengurai mimpi menjadi nyata Menyulap sepi menjadi riuh tawa Membingkai harapan penuh do'a Agustus 2015 akad terucap dalam khidmat Linangan haru mengalir sesaat Dalam renda cinta yang teramat Dalam bulir kasih yang tersemat Kisah ini anugerah untukku Menyisakan bahagia yang tak lekang oleh waktu Berjelaga dalam hidup yang berliku Menggapai harap di barisan sajakku Kini, izinkan aku menemani hari mu Mengubah gulana menjadi Renjana Memintal intensi hingga tutup usia Merajut harap bercita jannah Wahai Rabb, izinkan aku mencinta Mendamba hasrat halal nan sakinah Beriringan menapaki denyut kehidupan Bersa...

Anisa Maharani.. My Sweet Sister :*

Aaaaa... aku berasa tuaa.. hahah :D luv you my sister yang hobby merajok.:P  tau ndak ni photo di take pas dia abis nangis beberapa jam  pas diajak nge-mall dia pura-pura ndak mau ikut dan kamar ditutup sama diaa. eehh pas tau tau udah pada mau berangkat dia keluar dari persembunyiannya sambil mata sembab .. haha. Ampuun ni anak emang paling awet merajoknyaa, :D