Skip to main content

Hari Ke-6 Game Level 9 "Think Creative"

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah nikmat di penghujung tahun 2019, setelah 364 hari kita jalani dengan mengharapkan ridha Allah dan semoga senantiasa mendapatkan keberkahan NYA Di tahun depan ya mak.. Aamiin

Nah, jadi kemarin saya tidak sengaja menemukan konten kreatif membuag hiasan dinding dari kertas. Setelah saya amati, saya tertarik dan mengajak mbak Kiyya untuk melihat videonya. Yapp.. Mbak Kiyya pun setuju untuk membuatnya. 😁


Saat Mas khalid tidur, waktunya mamak beraksi haha, saya pun menyiapkan alat dan bahan untuk membuat hiasan dinding yang saya beri nama "Colorful Leaf" .

Alat dan bahan yang dibutuhkan ialah :
💎 Alat :
1. Gunting
2. Isolasi
3. Jarum
4. Kuas

💎 Bahan :
1. Kertas bekas
2. Air
3. Daun kembang sepatu
4. Pewarna air 
5. Benang

Saya mengajak mbak Kiyya menyiapkan alat dan bahan kemudian memberikan arahan cara membuatnya .


Cara membuatnya adalah :
1. Warnai sisi belakang daun dengan cat air (saya meminta mbak Kiyya mewarnai sisi belakang daun, sekali diminta selanjutnya ia berkreasi sendiri mewarnai daunnya bahkan menggunalan crayon haha)
2. Setelah diwarnai cetak daun ke kertas bekas, tekan sebentar lalu angkat
3. Gunting cetakan sesuai pattern / bentuk daun
4. Masukkan jarum jahit dengan benang kedalam kertas dan susun.
5. Tempel di dinding
6. Selesai

Simple kan mak? Hehe ..sangking simplenya lantai berubah warna warni, tangan pun ikut berwarna, karena mbak Kiyya berkreasi mewarnai menggunakan tangan hehe.. 
Detail daunnya indah banget kan mak🌿


Mbak Kiyya sangat excited memadukan warna yang diwarnai ke daunnya, saya juga luar biasa takjub melihat garis garis detail daun, Masya Allah begitu indah. 

Taaraaaa.. spot belajar mbak Kiyya lebih berwarna, semangat belajar dan bermain sayang ❤️


Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

#hari6
#tantangan10hari
#gamelevel9
#kuliahbundasayang
#thinkcreative
@ibuprofesional



Comments

Popular posts from this blog

Hujan, Aku Merindunya.

Gemuruh langit yang perlahan mencipta rintik hujan dengan sendu membawaku pada sebuah rindu, sajak rasa yang berbait indah dalam kenangan.  Ah, kenangan itu begitu membekas laksana jiwa yang rindu akan pertemuan. Deraian air yang jatuh seakan mampu menggambarkan betapa sesaknya rindu ini, kepadanya. Seseorang yang kini penuh gurat tua di wajahnya, rambutnya bahkan tak lagi legam tapi yang aku yakini, senyumnya pasti masih saja teduh dan aku merindunya.  Ayah, aku mengingat jelas bagaimana Aku perlahan mengangkat rok sekolahku dan beranjak naik ke motor tua mu, derasnya hujan seakan berlomba membasahiku . Aku pun dengan tergesa masuk ke dalam pelindung plastik sederhana yang kau buat dari sisa terpal. Sesederhana ini, setidaknya seragamku tetap kering. Ah, kau memang Ayah dengan sejuta ide, aku saja sering kehabisan kata. Ayah, aku tahu air hujan begitu perih menerpa wajah lembutmu, tapi sedikitpun kau tidak memelankan laju motormu demi bisa segera sampai di sekolah. Sedangkan ...

Puisi Harapan

Seberkas Cahaya Oleh : Bayu Indah Pratiwi Arakan mega tergerai dibatas senja Menyiratkan warna emas nan manja Dalam sujud penuh iba ku menghamba Agar kasih ini berlabuh kepadanya Ku untai aksara mesra tentangnya Mengalun merdu penuh bahagia Aku hanya mampu mengadu pada pemilik cinta Berharap Khalik satukan kita Tirai asa dan cita ku patrikan Mengurai mimpi menjadi nyata Menyulap sepi menjadi riuh tawa Membingkai harapan penuh do'a Agustus 2015 akad terucap dalam khidmat Linangan haru mengalir sesaat Dalam renda cinta yang teramat Dalam bulir kasih yang tersemat Kisah ini anugerah untukku Menyisakan bahagia yang tak lekang oleh waktu Berjelaga dalam hidup yang berliku Menggapai harap di barisan sajakku Kini, izinkan aku menemani hari mu Mengubah gulana menjadi Renjana Memintal intensi hingga tutup usia Merajut harap bercita jannah Wahai Rabb, izinkan aku mencinta Mendamba hasrat halal nan sakinah Beriringan menapaki denyut kehidupan Bersa...

Anisa Maharani.. My Sweet Sister :*

Aaaaa... aku berasa tuaa.. hahah :D luv you my sister yang hobby merajok.:P  tau ndak ni photo di take pas dia abis nangis beberapa jam  pas diajak nge-mall dia pura-pura ndak mau ikut dan kamar ditutup sama diaa. eehh pas tau tau udah pada mau berangkat dia keluar dari persembunyiannya sambil mata sembab .. haha. Ampuun ni anak emang paling awet merajoknyaa, :D