Skip to main content

Jurnal Pekan ke-7 Tahap Kupu-kupu

 Bismillah,

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Masya Allah memasuki pekan pekan akhir, Jika kemarin umat muslim baru saja merayakan lebaran Idul Adha 1442H, maka saat ini para kupu-kupu tengah merayakan kemajuan bersama mentor kesayangan. Wah, bertabur nektar bunga kesukaan para kupu-kupu nih pasti. 

Alhamdulillah, pada pekan ini semakin banyak ilmu dan sharing yang didapatkan, perasaan bahagia dan semangat menggebu masih dirasakan sampai saat ini terutama saya sebagai mentee untuk tetap istiqomah menghafal Al-qur'an. 

Qadarullah pekan ini target yang seharusnya mampu menghafal dua surah tambahan namun ternyata hanya mampu menghafal satu surah yaitu Surah Al-Insyiqoq. meski tidak mencapai target saya senantiasa menyemangati diri bahwa menghafal Qur'an yang terpenting ikhlas dan kualitas, jadi teringat pesan suami tak perlu terburu-buru. Mentor saya Teh Pipih, juga mengingatkan yang terpenting adalah istiqomah. 

Namun, bukankah kita harus tetap fokus pada kemajuan ? Yes..., benar tetap hargai sekecil apapun kemajuan yang kita capai, apresiasi kepada diri bahwa kita hebat.

Sebagai mentor , saya pun melihat banyak kemajuan pada Mbak Nisa, semoga sedikit ilmu dan pengalaman yang saya bagi memberikan banyak kemajuan yang berarti buat mbak ya. Aamiin. 

Yuk, kita simak apa kata Mentor dan Mentee ku?




Lalu bagaimana perasaan saya selama program mentorship ini ?
Bahagia Masya Allah, benar bahwa sebaik-baiknya orang ialah ia yang bermanfaat buat orang lain. 
Kebahagiaan ini kemudia saya tuangkan pada warna pink muda. Kemudia warna ungu muda ini melambangkan semangat pantang menyerah dalam diri saya. Lalu garis cokelat menandakan konsistensi dan istiqomah dalam diri saya yang saling bertautan. Kemudian warna putih pada bulatan sayap menandakan bahwa saya tak sendiri, ada support system yang senantiasa mensupport dan mendukung saya. agar saya bisa menjadi kupu-kupu hebat kelak. Aamiin. 



Comments

Popular posts from this blog

Hujan, Aku Merindunya.

Gemuruh langit yang perlahan mencipta rintik hujan dengan sendu membawaku pada sebuah rindu, sajak rasa yang berbait indah dalam kenangan.  Ah, kenangan itu begitu membekas laksana jiwa yang rindu akan pertemuan. Deraian air yang jatuh seakan mampu menggambarkan betapa sesaknya rindu ini, kepadanya. Seseorang yang kini penuh gurat tua di wajahnya, rambutnya bahkan tak lagi legam tapi yang aku yakini, senyumnya pasti masih saja teduh dan aku merindunya.  Ayah, aku mengingat jelas bagaimana Aku perlahan mengangkat rok sekolahku dan beranjak naik ke motor tua mu, derasnya hujan seakan berlomba membasahiku . Aku pun dengan tergesa masuk ke dalam pelindung plastik sederhana yang kau buat dari sisa terpal. Sesederhana ini, setidaknya seragamku tetap kering. Ah, kau memang Ayah dengan sejuta ide, aku saja sering kehabisan kata. Ayah, aku tahu air hujan begitu perih menerpa wajah lembutmu, tapi sedikitpun kau tidak memelankan laju motormu demi bisa segera sampai di sekolah. Sedangkan ...

Puisi Harapan

Seberkas Cahaya Oleh : Bayu Indah Pratiwi Arakan mega tergerai dibatas senja Menyiratkan warna emas nan manja Dalam sujud penuh iba ku menghamba Agar kasih ini berlabuh kepadanya Ku untai aksara mesra tentangnya Mengalun merdu penuh bahagia Aku hanya mampu mengadu pada pemilik cinta Berharap Khalik satukan kita Tirai asa dan cita ku patrikan Mengurai mimpi menjadi nyata Menyulap sepi menjadi riuh tawa Membingkai harapan penuh do'a Agustus 2015 akad terucap dalam khidmat Linangan haru mengalir sesaat Dalam renda cinta yang teramat Dalam bulir kasih yang tersemat Kisah ini anugerah untukku Menyisakan bahagia yang tak lekang oleh waktu Berjelaga dalam hidup yang berliku Menggapai harap di barisan sajakku Kini, izinkan aku menemani hari mu Mengubah gulana menjadi Renjana Memintal intensi hingga tutup usia Merajut harap bercita jannah Wahai Rabb, izinkan aku mencinta Mendamba hasrat halal nan sakinah Beriringan menapaki denyut kehidupan Bersa...

Anisa Maharani.. My Sweet Sister :*

Aaaaa... aku berasa tuaa.. hahah :D luv you my sister yang hobby merajok.:P  tau ndak ni photo di take pas dia abis nangis beberapa jam  pas diajak nge-mall dia pura-pura ndak mau ikut dan kamar ditutup sama diaa. eehh pas tau tau udah pada mau berangkat dia keluar dari persembunyiannya sambil mata sembab .. haha. Ampuun ni anak emang paling awet merajoknyaa, :D