Skip to main content

Hari Ke-9 Game Level 10 "Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng"

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hari ini, seperti biasa sebelum tidur siang saya berkisah buat Mbak Kiyya, meskipun ada interupsi ditengah cerita karena mas khalid minta mimik hehehe, balada punya baby ya gini. Disyukuri walaupun mamal lupa sampai mana tadi ceritanya haha

Nah, cerita hari ini tentang gadis kecil bernama Nina, yang rajin dan shalihah. Ide kreatif mamak tertuang agar Mbak Kiyya bisa menjadi anak yang rajin, shalat dan mengaji dengan semangat dan baik hati dengan teman ketika bermain.

Ini link audio saya bercerita ya, ada dua link karena sempat terputus 😅

https://drive.google.com/file/d/10NfDm_cjgR5UOB-C56R6nPkmKIKeTfW0/view?usp=drivesdk

https://drive.google.com/file/d/10Lr07W4tdZXqf3XBUcJpC7mguXwC0MQf/view?usp=drivesdk


Nah pesan yang saya sampaikan buat Mbak Kiyya yaitu Jadilah anak yang baik hati, rajin dan shalihah karena bukan hanya mendapatkan kebaikan berupa hadiah dari orang tua melainkan pahala dari Allah. 

Menjadi anak seperti Nina pada kisah mami memang tidaklah mudah, anak butuh teladan dari Orang tua, ajak anak berperan dalam pekerjaan domestik, beri kepercayaan anak melakukan pekerjaan rumah. Beri teladan tentang ibadah, ajak anak shalat bersama, mengaji bersama. Munculkan kebiasaan baik di dalam rumah agar anak bisa meniru dan akan terbiasa, insya Allah.. 

Bismillah ya nak, mami papi akan selalu membersamaimu dan berdoa untukmu🥰🥰


Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Game level 10
Tantangan 10 hari
Membangun karakter anal melalui dongeng
Kuliah bunda sayang

Comments

Popular posts from this blog

Hujan, Aku Merindunya.

Gemuruh langit yang perlahan mencipta rintik hujan dengan sendu membawaku pada sebuah rindu, sajak rasa yang berbait indah dalam kenangan.  Ah, kenangan itu begitu membekas laksana jiwa yang rindu akan pertemuan. Deraian air yang jatuh seakan mampu menggambarkan betapa sesaknya rindu ini, kepadanya. Seseorang yang kini penuh gurat tua di wajahnya, rambutnya bahkan tak lagi legam tapi yang aku yakini, senyumnya pasti masih saja teduh dan aku merindunya.  Ayah, aku mengingat jelas bagaimana Aku perlahan mengangkat rok sekolahku dan beranjak naik ke motor tua mu, derasnya hujan seakan berlomba membasahiku . Aku pun dengan tergesa masuk ke dalam pelindung plastik sederhana yang kau buat dari sisa terpal. Sesederhana ini, setidaknya seragamku tetap kering. Ah, kau memang Ayah dengan sejuta ide, aku saja sering kehabisan kata. Ayah, aku tahu air hujan begitu perih menerpa wajah lembutmu, tapi sedikitpun kau tidak memelankan laju motormu demi bisa segera sampai di sekolah. Sedangkan ...

Anisa Maharani.. My Sweet Sister :*

Aaaaa... aku berasa tuaa.. hahah :D luv you my sister yang hobby merajok.:P  tau ndak ni photo di take pas dia abis nangis beberapa jam  pas diajak nge-mall dia pura-pura ndak mau ikut dan kamar ditutup sama diaa. eehh pas tau tau udah pada mau berangkat dia keluar dari persembunyiannya sambil mata sembab .. haha. Ampuun ni anak emang paling awet merajoknyaa, :D

Puisi Harapan

Seberkas Cahaya Oleh : Bayu Indah Pratiwi Arakan mega tergerai dibatas senja Menyiratkan warna emas nan manja Dalam sujud penuh iba ku menghamba Agar kasih ini berlabuh kepadanya Ku untai aksara mesra tentangnya Mengalun merdu penuh bahagia Aku hanya mampu mengadu pada pemilik cinta Berharap Khalik satukan kita Tirai asa dan cita ku patrikan Mengurai mimpi menjadi nyata Menyulap sepi menjadi riuh tawa Membingkai harapan penuh do'a Agustus 2015 akad terucap dalam khidmat Linangan haru mengalir sesaat Dalam renda cinta yang teramat Dalam bulir kasih yang tersemat Kisah ini anugerah untukku Menyisakan bahagia yang tak lekang oleh waktu Berjelaga dalam hidup yang berliku Menggapai harap di barisan sajakku Kini, izinkan aku menemani hari mu Mengubah gulana menjadi Renjana Memintal intensi hingga tutup usia Merajut harap bercita jannah Wahai Rabb, izinkan aku mencinta Mendamba hasrat halal nan sakinah Beriringan menapaki denyut kehidupan Bersa...