Skip to main content

Posts

Jurnal Tahap Ketiga Tahap Kupu-Kupu

 Bismillah, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Masya Allah sudah masuk pekan ketiga, jika pekan sebelumnya menyusun tujuan/goal selama tahap kupu-kupu, maka pekan ini kita diharuskan untuk menyusun rencana, strategi atau langkah kita untuk menggapai tujuan. Bukankah kuda-kuda awal menentukan lompatan kita ? Yes, begitupun kita di tahap ini.  Sebagai Seorang Mentee   Tujuan Pembelajaran   Pada tahapan kepompong lalu, saya sudah mulai mempraktekkan Ilmu Manajemen Emosi dan Self Healing, perubahan dalam diri mulai terasa meskipun masih banyak yang harus diperbaiki, misal tentang naik turunnya mood. Saya pun berharap dalam 1-2 bulan saya bisa sampai di titik bahwa diri ini bisa menjadi ibu yang bahagia, tanpa marah-marah dan bisa mengontrol emosi dengan baik dan mampu menularkan keceriaan ke seisi rumah.  Praktek ini akan terus berlanjut sampai saya benar-benar mampu mengendalikan emosi dengan baik. Sembari berjalan saat ini saya juga tengah mempelajari...

Jurnal Pekan Kedua Tahap Kupu-Kupu

 Bismillah,  Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulillah, di pekan kedua ini program mentorship masih berlanjut. Jika pekan pertama kemarin kita berkenalan lebih dekat dengan Mentor dan Mentee karena tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta ya hehe. Membangun keakraban dari sharing ringan dan berkenalan secara lebih mendalam dengan mentor dan mentee. Nah, pekan kedua ini sebagai mentee kita akan diminta untuk melakukan assesment terhadap skill yang mau kita pelajari.   Sebagai Mentor      Hari Sabtu, 19 Juni 2021 jam 07.00 saya dan Mbak Nisa dari Group 2 Sekar (Mentee) menyepakati untuk ngobrol via video call di teras depan rumah, obrolah yang diinfokan magika tidak perlu lama hanya 5-10 menit nyatanya bisa lebih lama dan sampai 40 menit lamanya. Memang tiada yang lebih membahagiakan selain ngobrol dengan teman yang sefrekuensi terlebih urusan hobi. Ngobrol tentang anak hijau memang tidak ada habisnya. Dari hasil perbincangan,...

Jurnal Pekan-1 Tahap Kupu-Kupu

 Bismillah, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah wa syukurulillah, tahapan akhir perjalanan di Hutan Kupu-kupu didepan mata. Menjadi tahapan akhir namun tentu menjadi tahapan yang akan penuh banyak pengalaman dan ilmu.  Setelah sebelumnya berpuasa selama sebulan lebih dalam tahapan kepompong, saat ini kupu-kupu mulai mengepakkan sayapnya perlahan serta mengambil nafas dal sebelum memulai terbang yang tinggi.   Di tahapan ini, saatnya kita membranding diri kita, topik apa yang kita kuasai untuk kemudian bisa dibagikan kepada kupu-kupu lain. Motto dalam Ibu Profesional yaitu "Rezeki itu pasti, kemuliaan yang harus dicari" menjadi ciri kita dalam membranding diri. Bahwa setiap diri kita bisa mendapatkan kemuliaan melalui apa saja kelebihan diri yang bisa kita bagi.  Dalam program mentorship ini setiap kupu-kupu membranding diri dan membuatnya dalam bentuk flyer tentang topik dan sub topik yang kita kuasai. Saya pun membuat topik tentang "Merawat Tana...

Puasa Pekan ke-Empat Tahap Kepompong

 Bismillah, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Pekan terakhir di tahap kepompong masih berkutat untuk tidak marah-marah. Mengendalikan marah dalam diri memang perlu perjuangan dan Alhamdulillah, semakin kesini semakin baik. Jangan lupa mantra 3T ya mak, ciptakan aktivitas yang membangkitkan hormon bahagia, selalu gunakan bahasa kasih dalam keseharian. Wahai diri, pls ingat dan praktekkan.  Semangaat para kepompong !  #puasapekan4 #tahapkepompong #hutankupucekatan #institutibuprofesional

Tahap Kepompong #Jurnal 30

 Bismillah, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah Biidznillah akhirnya sampai di hari terakhir tantangan 30 hari untuk melatih diri dalam mengelola emosi negatif. Menjalani tantangan ini memanglah tak mudah. Terkadang mampu mengendalikan diri dari emosi negatif, terkadang pula diri ini gagal. Tak mengapa wahai diri, kamu sudah berusaha dengan baik !  Seiring berjalannya waktu diri ini sadar bahwa memang telah Allah jadikan emosi itu sebuah fitrah dalam diri manusia baik positif maupun negatif. Meski terkadang emosi itu baik namun banyak juga emosi negatif yang kemudian bisa mendatangkan prilaku negatif pula misalnya marah-marah, trauma, kecewa, dendam dsb. Didalam keluarga kecilku terutama, aku hanya ingin menjadi seorang ibu yang lemah lembut, sabar tanpa ada teriakan dalam membersamai anak, tanpa adanya emosi negatif saat menghadapi anak dan suami.  Harapan kecil namun berarti besar bagiku ini saat ini adalah hal penting untuk dilakukan.  Hari in...

Puasa Pekan Ketiga Tahap Kepompong

 Bismillah, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulillah pekan ketiga puasa kali ini saya masih melatih diri untuk tidak marah-marah. Yah, ini rasanya akan dijadikan puasa seumur hidup untuk tidak marah-marah.  Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwasanya ada seseorang berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‘Berikanlah nasihat kepadaku.’ Beliau berkata: ‘Janganlah engkau marah.’ Orang itu mengulangi permintaannya beberapa kali, beliau tetap berkata: ‘Janganlah engkau marah.’HR. Al-Bukhari kitab al-Adab, bab al-Hadru minal Ghadab (no. 6116) Masya Allah, Beliau Nabi Muhammad bahkan mengulang berkali kali nasihat untuk tidak marah. Karena marah ini akan mendatangkan juga perbuatan negatif yang tentunya bukan hanya hanya merugikan diri sendiri tetapi juga orang lain dalam hal ini Suami dan Anak-anak . Hiks..  Pekan ini meskipun banyak tantangan tapi Alhamdulillah terlalui dengan lebih baik dibanding pekan lalu. Menyadari bahwa dampak marah ini sanga...

Tahap Kepompong #Jurnal 29

 Bismillah, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah, tak terasa masa menjadi kepompong akan segera berakhir. Menjalani 29 hari didalam balutan sutra kuat sembari berpuasa dan melatih ilmu yang sudah didapatkan memang tak semudah ngemil daun ya para ulat hehe.. Tapi itulah proses..  Masya Allah Aktifitas pagi hari ini sedikit berbeda karena saya memilih untuk membuat nastar wkwkw.. me time kang kebun berubah ngadon tepung hehe.. ini cukup membahagiakan meskipun tanpa panduan youtube krn ga ada gawai. Jadi berbekal saat menemani Pak Suami sahur, saya meminjam gawainya untuk melihat proses pembuatan nastar yang memang baru pertama kali saya lakukan wkwkw..  Bersama partner kecil saya Mbak Kiyya yang membantu membuat nastar. Semuanya berjalan baik, jika kadang saya akan sedikit ngomel-ngonel jika Mbak tidak mendengarkan arahan kali ini saya lebuh bersabar. Tak mengapa harus bersabar dari pada ngomel-ngomel. Kan puasa tidak marah-marah hehe..  Siangnya s...