Skip to main content

Hari Ke -14 Game Level 4 “Gaya Belajar Anak”

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Perasaan saya hari ini hari kamis aja, hehehe mamak butuh refreshing kayaknya hehe,
Apa kabar bu ibu.. ? Semangat rabu ya ..

Ga kerasa udah tantangan ke-14 nih hari ini, mengenai pengamatan gaya belajar terhadap Mbak kiyya, sudah 2 pekan ini Mbak Kiyya di Observasi untuk mengenai gaya belajar mana yanglebih dominan, jadi hasilnya menurut pengamatan saya gaya belajar yang dominan adalah gaya belajar visual dan auditori.





Ragam aktifitas hari ini kami mulai dari membersihkan taman depan rumah, rimput-rumput kecil dicabut dan kami melakukan penggemburan tanah kemudian diakhiri dengan menyiram tanaman.

Saat aktifitas bersih-bersih tanaman, saya pun melakukan interaksi komunikasi dengan mbak Kiyy .
“Nak, tolong cabutin rumput ya.. yang kayak gini rumput nak”
“Oke mi.. yang ini kan mi..?”
“Iya benar.., ehh yang itu bukan nak.. itu kan bunga hehe”
“Ohh oke mi..”

Mbak kiyya mampu mendengar arahan mami, walaupun nanti dia akn explore sendiri seperti bermain tanah dsb hehe..

Alhamdulillah tetap semangat ya nak, aktifitas lain terdapat di tabel berikut..



Semoga dengan pengamatan dan hasil dari pengamatan ini nantinya akan bermanfaat untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal kelak Aamiin..

Semangat sayang ya ..

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

#hari14
#tantangan15hari
#gayabelajaranak
#gamelevel4
#kuliahbundsayiip
@ibuprofesional

Comments

Popular posts from this blog

Hujan, Aku Merindunya.

Gemuruh langit yang perlahan mencipta rintik hujan dengan sendu membawaku pada sebuah rindu, sajak rasa yang berbait indah dalam kenangan.  Ah, kenangan itu begitu membekas laksana jiwa yang rindu akan pertemuan. Deraian air yang jatuh seakan mampu menggambarkan betapa sesaknya rindu ini, kepadanya. Seseorang yang kini penuh gurat tua di wajahnya, rambutnya bahkan tak lagi legam tapi yang aku yakini, senyumnya pasti masih saja teduh dan aku merindunya.  Ayah, aku mengingat jelas bagaimana Aku perlahan mengangkat rok sekolahku dan beranjak naik ke motor tua mu, derasnya hujan seakan berlomba membasahiku . Aku pun dengan tergesa masuk ke dalam pelindung plastik sederhana yang kau buat dari sisa terpal. Sesederhana ini, setidaknya seragamku tetap kering. Ah, kau memang Ayah dengan sejuta ide, aku saja sering kehabisan kata. Ayah, aku tahu air hujan begitu perih menerpa wajah lembutmu, tapi sedikitpun kau tidak memelankan laju motormu demi bisa segera sampai di sekolah. Sedangkan ...

Puisi Harapan

Seberkas Cahaya Oleh : Bayu Indah Pratiwi Arakan mega tergerai dibatas senja Menyiratkan warna emas nan manja Dalam sujud penuh iba ku menghamba Agar kasih ini berlabuh kepadanya Ku untai aksara mesra tentangnya Mengalun merdu penuh bahagia Aku hanya mampu mengadu pada pemilik cinta Berharap Khalik satukan kita Tirai asa dan cita ku patrikan Mengurai mimpi menjadi nyata Menyulap sepi menjadi riuh tawa Membingkai harapan penuh do'a Agustus 2015 akad terucap dalam khidmat Linangan haru mengalir sesaat Dalam renda cinta yang teramat Dalam bulir kasih yang tersemat Kisah ini anugerah untukku Menyisakan bahagia yang tak lekang oleh waktu Berjelaga dalam hidup yang berliku Menggapai harap di barisan sajakku Kini, izinkan aku menemani hari mu Mengubah gulana menjadi Renjana Memintal intensi hingga tutup usia Merajut harap bercita jannah Wahai Rabb, izinkan aku mencinta Mendamba hasrat halal nan sakinah Beriringan menapaki denyut kehidupan Bersa...

Anisa Maharani.. My Sweet Sister :*

Aaaaa... aku berasa tuaa.. hahah :D luv you my sister yang hobby merajok.:P  tau ndak ni photo di take pas dia abis nangis beberapa jam  pas diajak nge-mall dia pura-pura ndak mau ikut dan kamar ditutup sama diaa. eehh pas tau tau udah pada mau berangkat dia keluar dari persembunyiannya sambil mata sembab .. haha. Ampuun ni anak emang paling awet merajoknyaa, :D