Skip to main content

Aliran Rasa Tahap Ulat-Ulat Kelas Bunda Cekatan Batch #2

 Bismillah,

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillah, Aku kini tengah menikmati suasana teduh dipinggir danau sembari menarik nafas dalam dan mengingat perjalanan selama delapan pekan di tahap ulat-ulat. Melalui tiap pekan dengan semangat yang masih membara walau tak jarang lelah namun mengingat bagaiamana aku memulai ini semua, semangat kembali hadir. Masya Allah. 



Pekan yang penuh kebahagiaan dan rasa syukur karena selain bisa mendapatkan banyak makanan berupa makanan, di pekan ini juga aku mendapatkan banyak teman, keluarga bahkan pasangan. Merasa tidak sendiri karena ada mereka, ada semangat mereka dan canda dari mereka. Bersyukurnya Alhamdulillah.

Pekan ke-delapan ini menurutku adalah tentang memberi dan menerima, menemukan satu keluarga yang memiliki kesamaan topik belajar membuatku merasa bahwa ilmu itu sangat luas bahkan satu topik bisa menjadi banyak sub topik dan kita tak sendiri dalam menghadapi masalah. Sedikit ilmu saja yang kita miliki dan kuasai bisa menjadi berarti buat para ulat, konsep memberi disini sesuai dengan goal setiap ulat karena pada akhirnya menjadi "bermanfaat" adalah tujuan kita belajar di Buncek. 

Setelah memberi ilmu yang kita sukai kita pun menerima ilmu dari banyak ulat, Masya Allah disini haru biru nya, kenapa ? Allah menciptakan kita dengan bakat dan kemampuan yang berbeda ternyata memang untuk saling melengkapi. Menerima potluck dari teman ulat lain, mendapatkan bekal dari pasangan kita menuju tahap kepompong, tentu kita tidak sendiri bukan? karena ada mereka yang turut perhatian dengan kita. 

Pada tahap ini, para ulat dibebaskan memakan ilmu apa saja sesuai dengan peta belajar, bahkan dibolehkan ngemil makanan yang bukan makanan utamanya, kurang apalagi hutan pengetahuan di kupu-kupu cekatan ? hehe sangking banyaknya aku harus memakai kaca mata kuda agar bisa fokus pada makanan utamanya saja. 

Keranjang makanan sudah penuh dan sudah disortir sesuai tema topik pembelajaran sebagai bekal ke tahap selanjutnya yaitu tahap kepompong, dimana para ulat akan puasa makan dan fokus bertransformasi menjadi seekor Kupu-kupu indah.

Aha, ternyata aku kini telah menjadi seekor ulat yang insya Allah cukup nutrisi untuk menjadi sebuah kepompong kelak. Selain keranjang makananku sendiri, aku pun mendapatkan bekal dari buddy ku.Semoga keranjang dan bekal makananku kini telah cukup untuk berproses di tahapan kepompong. Bismillah semoga Allah Mudahkan Aamiin. 


Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

#aliranrasa #tahapulat #institutibuprofesional #hutankupucekatan

Comments

Popular posts from this blog

Hujan, Aku Merindunya.

Gemuruh langit yang perlahan mencipta rintik hujan dengan sendu membawaku pada sebuah rindu, sajak rasa yang berbait indah dalam kenangan.  Ah, kenangan itu begitu membekas laksana jiwa yang rindu akan pertemuan. Deraian air yang jatuh seakan mampu menggambarkan betapa sesaknya rindu ini, kepadanya. Seseorang yang kini penuh gurat tua di wajahnya, rambutnya bahkan tak lagi legam tapi yang aku yakini, senyumnya pasti masih saja teduh dan aku merindunya.  Ayah, aku mengingat jelas bagaimana Aku perlahan mengangkat rok sekolahku dan beranjak naik ke motor tua mu, derasnya hujan seakan berlomba membasahiku . Aku pun dengan tergesa masuk ke dalam pelindung plastik sederhana yang kau buat dari sisa terpal. Sesederhana ini, setidaknya seragamku tetap kering. Ah, kau memang Ayah dengan sejuta ide, aku saja sering kehabisan kata. Ayah, aku tahu air hujan begitu perih menerpa wajah lembutmu, tapi sedikitpun kau tidak memelankan laju motormu demi bisa segera sampai di sekolah. Sedangkan ...

Puisi Harapan

Seberkas Cahaya Oleh : Bayu Indah Pratiwi Arakan mega tergerai dibatas senja Menyiratkan warna emas nan manja Dalam sujud penuh iba ku menghamba Agar kasih ini berlabuh kepadanya Ku untai aksara mesra tentangnya Mengalun merdu penuh bahagia Aku hanya mampu mengadu pada pemilik cinta Berharap Khalik satukan kita Tirai asa dan cita ku patrikan Mengurai mimpi menjadi nyata Menyulap sepi menjadi riuh tawa Membingkai harapan penuh do'a Agustus 2015 akad terucap dalam khidmat Linangan haru mengalir sesaat Dalam renda cinta yang teramat Dalam bulir kasih yang tersemat Kisah ini anugerah untukku Menyisakan bahagia yang tak lekang oleh waktu Berjelaga dalam hidup yang berliku Menggapai harap di barisan sajakku Kini, izinkan aku menemani hari mu Mengubah gulana menjadi Renjana Memintal intensi hingga tutup usia Merajut harap bercita jannah Wahai Rabb, izinkan aku mencinta Mendamba hasrat halal nan sakinah Beriringan menapaki denyut kehidupan Bersa...

Anisa Maharani.. My Sweet Sister :*

Aaaaa... aku berasa tuaa.. hahah :D luv you my sister yang hobby merajok.:P  tau ndak ni photo di take pas dia abis nangis beberapa jam  pas diajak nge-mall dia pura-pura ndak mau ikut dan kamar ditutup sama diaa. eehh pas tau tau udah pada mau berangkat dia keluar dari persembunyiannya sambil mata sembab .. haha. Ampuun ni anak emang paling awet merajoknyaa, :D